Cuti Studi

Cuti studi adalah keadaan di mana seorang mahasiswa tidak dapat melanjutkan studi untuk kurun waktu tertentu karena alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Cuti studi hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan ijin dari pimpinan Fakultas. Kriteria untuk memberikan ijin tersebut adalah masalah kesehatan, masalah finansial, dan masalah pribadi lainnya. Cuti tidak boleh lebih dari 2 (dua) semester berturut-turut dan sebanyak-banyaknya 4 (empat) semester selama masa studinya. Ijin cuti studi hanya diberikan kepada mahasiswa yang telah mengikuti program pendidikan sekurang-kurangnya 2 (dua) semester berturut-turut, kecuali apabila ada alasan yang sangat kuat dan tidak dapat dihindari, berdasarkan keputusan Dekan setelah mendapat persetujuan Wakil Rektor I.
Mahasiswa yang hendak mengambil cuti studi harus mengajukan permohonan tertulis yang ditujukan kepada Dekan yang dibubuhi pertimbangan dan rekomendasi Dosen Wali yang bersangkutan. Permohonan cuti studi harus dilakukan selambat-lambatnya sebelum berakhirnya masa perubahan rencana studi. Bilamana permohonan cuti studi diajukan setelah masa perubahan rencana studi, maka ijin cuti studi hanya dapat diberikan oleh Dekan, atas seijin Wakil Rektor I dan semua biaya yang telah dibayarkan mahasiswa untuk semester tersebut tidak dapat dikembalikan dan sisa kewajiban keuangan yang belum dilunasi harus tetap diselesaikan.
Kewajiban administrasi yang harus dipenuhi mahasiswa yang cuti studi dan pengajuannya dilakukan selambatnya pada masa perubahan rencana studi adalah:
1. Mengisi formulir rencana studi dengan 0 (nol) SKS, dan mendaftarkannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2. Melunasi biaya pendaftaran ulang, setiap semester selama cuti tersebut.
3. Mahasiswa yang melanggar ketentuan batas waktu dalam surat ijin cuti dapat terkena sanksi.