Evaluasi Pembelajaran

Proses evaluasi hasil belajar di program studi teknik sipil dilakukan atas dasar dua jenis proses, yaitu evaluasi mata kuliah dan evaluasi hasil studi semester. Evaluasi mata kuliah merupakan pemberian nilai dari proses pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah tersebut, sedangkan secara lebih komprehensif terdapat hasil studi yang dikenal dengan ‘evaluasi tahap’, yaitu evaluasi studi hasil belajar mahasiswa dari semester 1 hingga semester 4 (evaluasi tahap 1), semester 1 hingga semester 8 (evaluasi tahap 2) dan semester 1 hingga semester 14 (evaluasi tahap 3).

Evaluasi keberhasilan belajar mata kuliah dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan dalam satu semester dengan cara yang sesuai dengan karakteristik mata kuliah yang bersangkutan. Secara umum, terdapat 2 tahap ujian dalam satu semester, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Periode UTS berlangsung setelah kurang lebih tujuh kali kuliah, sedangkan UAS diselenggarakan pada akhir masa perkuliahan, dengan durasi masing-masing ujian berkisar antara 1 hingga 2 pekan. Total kegiatan kuliah efektif dalam satu semester adalah kurang lebih empat belas minggu. Selain itu, terdapat juga komponen SAPR (studio, asistensi, praktikum dan responsi) yang dapat dilihat pada bagian ‘akademik’ -> ‘peraturan akademik’ -> ‘sistem kredit semester’. Komponen SAPR tersebut, bersamaan dengan UTS dan UAS diberi nilai dalam bentuk angka dari nol sampai dengan seratus. Angka akhir diperoleh dengan merata-ratakan komponen tersebut berdasarkan suatu pembobotan yang terlebih dahulu dimumumkan oleh dosen pada awal perkuliahan. Secara rinci pembobotan komponen nilai diuraikan dalam SK Dekan No. III/SK/FT/2012-06/01 tentang Kriteria Keberhasilan Belajar Mahasiswa dalam Mata kuliah pada Program Sarjana di Fakultas Teknik.

Dilihat berdasarkan tahapan 1, 2 dan 3 seperti yang telah dijelaskan di atas, maka ditetapkan juga aturan sebagai berikut.

  1. Pada akhir semester 4, seorang mahasiswa diwajibkan telah lulus minimum 30 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2,00
  2. Pada akhir semester 8, seorang mahasiswa diwajibkan telah lulus minimum 75 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2,00
  3. Pada akhir semester 8, seorang mahasiswa diwajibkan telah lulus minimum 144 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2,00

Pada akhir proses pembelajaran setelah seorang mahasiswa menyelesaikan seluruh kewajibannya, mahasiwa tersebut berhak mengikuti proses yudisium. Adapun yudisium lulusan program studi sarjana, dinyatakan dengan predikat sebagai berikut:

Indeks prestasi semester akhir Predikat yudisium
2,00 – 2,75 Memuaskan
2,76 – 3,50 Sangat Memuaskan
3,51 – 4,00 Dengan Pujian (jika masa studi kurang dari 9 semester)
Sangat Memuaskan (jika masa studi lebihdari 9 semester)