Sistem Kredit Semester

Sistem yang digunakan dalam proses belajar mengajar di Universitas Katolik Parahyangan disebut dengan Sistem Kredit Semester. Terdapat beberapa terminologi yang perlu dipahami dalam sistem ini, yaitu:

Istilah Definisi
Sistem Kredit Semester (SKS) Bobot yang diberikan pada masing-masing mata kuliah, yang memberikan gambaran mengenai alokasi waktu per minggu untuk mempelajari mata kuliah terkait
Kuliah Kegiatan dalam kelas dengan kehadiran mahasiswa dan seorang dosen yang mengajarkan materi dari mata kuliah terkait
Kegiatan akademik terstruktur Kegiatan non-perkuliahan yang digunakan untuk pendalaman materi yang telah dikuliahkan, dalam bentuk responsi, asistensi atau studio
Responsi Kegiatan dalam kelas dengan kehadiran mahasiswa dan seorang asisten dosen yang memberikan latihan soal sebagai pendalaman materi yang telah dikuliahkan
Asistensi Kegiatan latihan soal untuk dikerjakan mandiri, dikumpulkan pada waktu tertentu yang telah ditentukan, disertai proses tanya jawab selama tugas berlangsung antara mahasiswa, baik individu maupun kelompok, dengan asisten dosen / dosen
Studio Kegiatan penyelesaian tugas di studio oleh mahasiswa, didampingi oleh seorang asisten dosen
1 SKS Setara dengan satu jam kuliah, satu jam kegiatan akademik terstruktur (responsi / asistensi / studio), dan satu jam kegiatan belajar mandiri per minggu, dilangsungkan selama satu semester
Semester Satuan waktu studi sebanyak 14 hingga 16 minggu kalender, termasuk pelaksanaan kegiatan ujian

Kemajuan studi seorang mahasiswa diukur dari banyaknya sks yang telah diambil dan indeks prestasinya yang dihitung berdasarkan nilai dari setiap mata kuliah dengan bobot sksnya masing-masing. Suatu mata kuliah dikategorikan sebagai lulus jika mahasiswa tersebut mendapatkan nilai dalam rentang A, B, C atau D. Kategori nilai tersebut merupakan nilai hasil kombinasi komponen angka tugas (KAT), ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Hingga saat ini, kategorisasi nilai di UNPAR dilaksanakan berdasarkan standar berikut:

Nilai Angka Akhir Indeks Bobot
80 ≤ x ≤ 100 A 4
70 ≤ x < 80 B 3
60 ≤ x < 70 C 2
50 ≤ x < 60 D 1
x < 50 E 0

Kurikulum yang disusun dalam program studi teknik sipil dapat diselesaikan selama secepat-cepatnya 7 semester, dan 8 semester jika ditempuh sesuai jadwal perkuliahan yang ada. Susunan mata kuliah setiap semesternya dapat dilihat pada bagian Akademik -> Kurikulum. Terdapat 130 sks mata kuliah wajib yang perlu diambil oleh mahasiswa selama masa studinya di program studi teknik sipil, dengan 14 sks mata kuliah pilihan dari 79 sks mata kuliah pilihan yang tersedia. Hal tersebut diharapkan memberikan kelonggaran terhadap mahasiswa untuk memilih bidang keahlian yang diminati.

Untuk mendapatkan gelar sarjana teknik, seorang mahasiswa diwajibkan menyelesaikan minimum 144 sks dan memenuhi aturan kurikulum yang ditetapkan , dengan jumlah nilai D sebanyak-banyaknya 10 sks.