Monday , 25 September 2017
Home » Ikatan Alumni Teknik Sipil (IATS)

Ikatan Alumni Teknik Sipil (IATS)

  • IATS Unpar adalah organisasi para alumni Teknik Sipil yang mempunyai keterkaitan dengan almamaternya.
  • IATS Unpar berupaya meningkatkan kualitas almamaternya bersama unsur civitas akademika lainnya.
  • IATS Unpar turut serta dalam upaya-upaya luhur untuk mencerdaskan bangsa dan memberdayakan masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Manfaat

  • Wadah untuk komunikasi antara para alumni serta antara mahasiswa dan para alumni
  • Membantu mahasiswa dalam mencari lowongan kerja
  • Sarana pengembangan profesi bagi alumni Teknik Sipil.

Pengurus Ikatan Alumni Teknik Sipil

Pengurus IATS

Pengurus IATS

Kegiatan Alumni Teknik Sipil

  • Temu mahasiswa baru
  • Bekerjasama dengan HMPSTS menyelenggarakan Seminar dengan tema “Towards Green And Sustainable Civil Engineering Practice” pada bulan April 2011
  • Bekerjasama dengan Astra Internasional dalam Seminar “IATS Berbagi” dan Open Recuitment pada 23 Juli 2011
  • Inspiring Talk 1–6
  • dan sebagainya

Profil Alumni

Ir. Davy Sukamta

ir_davy_sukantaIr. Davy Sukamta adalah salah satu lulusan program studi Teknik Sipil UNPAR angkatan 1976. Saat ini beliau menjabat sebagai ketua umum Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia, sekaligus pimpinan PT. Davysukamta Konsultan dan anggota Tim Ahli Bangunan Gedung DKI Jakarta. Beliau juga terpilih sebagai Tokoh Alumni pada Dies Emas Teknik Sipil UNPAR tahun 2010.

Ir. Davy Sukamta memiliki banyak prestasi di bidang desain struktur bangunan. Di antaranya, beliau merancang basement terdalam di Indoneisa sebanyak tujuh lapis untuk gedung Indonesia Satu. Beliau juga merancang gedung tinggi pertama di Asia Tenggara dengan seismic isolation system, yang dilengkapi dengan high dampling rubber bearing. Sistem ini baru pertama kali diterapkan di Asia selain Jepang. Ir. Davy Sukamta juga sukses menerapkan sistem konstruksi top-down untuk pertama kalinya di Indonesia pada gedung Plaza Indonesia Extension.

Ir. Davy Sukamta juga terlibat dalam banyak kegiatan di bidang Teknik Sipil dengan skala internasional. Beliau menjadi pembicara di Council on Tall Buildings and Urban Habitat 2012 dan 2014. Beliau juga pernah menjadi juri dalam Holcim Award region Asia Pasifik. Ir. Davy Sukamta juga merupakan satu – satunya juri dari Indonesia di tahun 2014 untuk kompetisi internasional bertema sustainable construction.

Olga Lydia

olga_lydiaOlga Lydia adalah salah satu lulusan program studi Teknik Sipil UNPAR angkatan 1992. Uniknya, beliau dikenal sebagai seorang aktris, sutradara, executive producer, hingga produser dalam industri perfilman Indonesia. Beliau membintangi beberapa judul film nasional, seperti Rectoverso (2013), Soegija (2012), dan 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita (2010). Saat ini, Olga Lydia memimpin rumah produksi Fisheye Movies, sekaligus menjabat sebagai ketua Festival Fil Indonesia (FFI 2016).

Olga Lydia terpilih sebagai Duta Adopsi Pohon di Saongge, kaki Gunung Gede, Provinsi Jawa Barat. Di lokasi tersebut, beliau mengadopsi lebih dari 100 pohon untuk merevitalisasi lahan yang gundul. Lahan ini diharapkan dapat kembali menjadi ruang terbuka hijau, serta bisa menjadi alternatif sumber penghasilan bagi warga sekitar.

Di samping itu, Olga Lydia turut mempromosikan Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Usaha ini akhirnya menuai hasil, dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo. Lonjakan ini cukup signifikan, sehingga akhirnya dibangun sebuah bandar udara baru untuk mempermudah akses ke lokasi tersebut.